Posts

Showing posts with the label gynoid

Everyday Adventure XXIV: Pilihan

  Arslan baru saja berniat untuk kembali ke tempat tinggalnya ketika dia melihat sosok gynoid berambut biru yang menyelinap masuk ke salah satu lorong di sudut Bravaga. Sang Pengembara yang sedang melayang rendah di langit kota itu pun langsung menghentikan lajunya karena penasaran. Hmm? Itu bukannya Orabelle? gumam Arslan dalam hati. Dia lalu mengamati sekilas tempat yang dimasuki oleh Orabelle. Tempat gynoid itu menyelinap tadi tampak seperti bangunan lain di kota Bravaga yang dibangun seenaknya oleh penghuni, atau pun para Builder. Tidak ada yang istimewa dari bangunan itu. Setidaknya itu yang terlihat dari luar. Tapi sikap Orabelle yang seolah-olah dia tidak mau terlihat siapa pun ketika masuk ke bangunan tadi itu membuat Arslan jadi semakin penasaran. Arslan pun melayang turun dan kini berdiri di depan lorong sempit dan gelap tempat Orabelle menyelinap tadi. Seperti yang terlihat dari atas tadi, tidak ada yang istimewa dari tempat ini. Tapi pasti ada alasan khusus ken...

Everyday Adventure XX: Orabelle

Sebelumnya Maria tidak begitu peduli dengan siapa dirinya, karena baginya, ada lebih banyak hal lain yang lebih penting dan lebih menarik dari itu. Mencari peninggalan manusia, menjelajahi Bravaga, dan menemukan hal-hal baru di kota tempat tinggalnya itu jauh lebih penting dan lebih menarik bagi Maria. Namun setelah insiden yang terjadi di Colony beberapa waktu lalu, Maria pun jadi semakin bertanya-tanya tentang jati dirinya. Gynoid itu juga lalu mengingat kembali beberapa kejadian aneh yang pernah terjadi pada dirinya, terutama kilasan-kilasan misterius ketika Maria menyentuh atau berhadapan dengan benda-benda peninggalan era sebelum Catastrophy. Tentu saja itu membuat rasa penasarannya pun juga semakin menjadi-jadi, terutama setelah Graham, seorang Automa berkedudukan tinggi yang tinggal di Colony, menyebutkan sesuatu yang membuat Maria semakin kebingungan. Machina. Setelah insiden yang mengakibatkan hampir seluruh sistem pertahanan Colony lumpuh, Graham menduga kalau Maria ad...