Posts

Showing posts with the label series

14th Spiral: Final Delivery

Pengumuman itu datang begitu tiba-tiba. Kata orang ‘bagaikan geledek di siang bolong’. Nyaring dan amat mengejutkan. “Karena kondisi keuangan perusahaan yang tidak baik selama beberapa bulan ini, kami memutuskan untuk menutup permanen perusahaan ini mulai minggu depan. Semua gaji dan pesangon yang belum dibayarkan akan segera dibayarkan secara bertahap selama tiga bulan ke depan. Mohon maaf atas pengumuman yang tidak terduga ini, dan terima kasih atas pengabdian Saudara-saudari sekalian selama lima belas tahun ini. Tertanda, direksi.” Irvan membaca isi surat pengumuman yang diedarkan kepada semua karyawan perusahaan pagi ini dengan nada lesu. Aku yang ikut memegang lembaran surat itu pun hanya bisa terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara itu, teman-teman sekantorku yang lain mulai ribut karena pengumuman bangkrutnya perusahaan tempat kami bekerja ini benar-benar tidak terduga. Yah ... sebenarnya sih hampir semua yang bekerja di perusahaan kurir dan pengantar paket t...

Everyday Adventure XVIII: Colony

Jarak yang harus ditempuh Maria dan Buggy untuk sampai ke Colony dengan menggunakan MagLev sebenarnya hanya memakan waktu setengah jam saja, namun bagi Maria, perjalanan itu seolah-olah makan waktu seharian. Sejak naik ke dalam kereta magnet yang melayang dengan kecepatan tinggi itu, Maria sudah tidak sabar untuk turun lagi. Gynoid itu ingin segera bertemu dengan para Automa yang tinggal di Colony, yang juga merupakan perwujudan dari manusia-manusia yang tersisa di Bumi pasca terjadinya Catastrophy. Sulit bagi Maria untuk membayangkan bagaimana kehidupan para Automa di Colony itu, sebab satu-satunya Automa yang dia kenal adalah sosok yang penyendiri dan tidak suka bersosialisasi. Selain itu, dia belum pernah mendengar informasi lengkap mengenai kondisi di dalam Colony sendiri, kecuali dari cerita beberapa robot yang konon ikut membangun kota itu di masa lalu. “Gyamtso, sebenarnya kehidupan di Colony itu seperti apa sih?” Maria akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Au...

Everyday Adventure XIV: Para Petarung

Ryouta memutar tubuh dan dengan cepat menghindari pukulan sebuah robot beruang raksasa yang meluncur deras ke arahnya. Telat sedikit saja, tinju baja sebesar wajan penggorengan akan menghantam kepalanya. Dengan kelincahan yang tidak terlihat dari tubuhnya yang besar dan berat, Ryouta beberapa kali menghindari pukulan lawannya sembari mencari celah untuk menyerang balik. Pengalamannya sebagai Guardia yang bertempur pada Perang Bulan Kedua ratusan tahun lalu membuat Ryouta dengan mudah membaca dan memperkirakan gerakan lawan. Dengan satu gerakan cepat, Ryouta menghindari satu lagi serangan dan kali ini membalas dengan sebuah pukulan keras. Suara dentang nyaring bergema ketika tubuh robot beruang yang melawannya itu jungkir balik dan menghantam lantai beton dengan keras. “OUT~!” Ryouta mendengar seruan keras dan melangkah mundur menjauhi lawannya. Sementara itu, sebuah robot berkaki empat buru-buru menghampiri lawan Ryouta dan membantunya berdiri. Sejenak robot beruang itu tamp...

Everyday Adventure XIII: Musik dan Emosi

Catastrophy. Sebuah nama yang diberikan kepada peristiwa besar yang melanda dunia lebih dari 500 tahun yang lalu. Sebuah peristiwa yang menandai akhir dari peradaban manusia yang telah menguasai bumi selama ribuan tahun. Peristiwa itu juga merupakan awal dari era generasi baru pengganti manusia, yang kini hidup dengan mengais sisa-sisa peradaban mantan penguasa bumi tersebut. Mereka adalah para robot. Mesin-mesin canggih berteknologi tinggi yang memiliki kesadaran individu, serta dibekali dengan simulasi emosi yang, ironisnya, membuat mereka bersifat lebih manusiawi ketimbang para penciptanya. Belajar dari masa lalu yang kelam, para robot berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan para penciptanya dan berusaha mengembalikan kondisi dunia yang telah rusak paska kepunahan manusia. Namun tentu saja hidup mereka tidak mudah. Karena banyaknya teknologi yang hilang atau rusak setelah Catastrophy terjadi, sebagian besar masyarakat robot yang tersisa harus berjuang keras untuk se...