Posts

Showing posts with the label backpacker

Everyday Adventure XXIV: Pilihan

  Arslan baru saja berniat untuk kembali ke tempat tinggalnya ketika dia melihat sosok gynoid berambut biru yang menyelinap masuk ke salah satu lorong di sudut Bravaga. Sang Pengembara yang sedang melayang rendah di langit kota itu pun langsung menghentikan lajunya karena penasaran. Hmm? Itu bukannya Orabelle? gumam Arslan dalam hati. Dia lalu mengamati sekilas tempat yang dimasuki oleh Orabelle. Tempat gynoid itu menyelinap tadi tampak seperti bangunan lain di kota Bravaga yang dibangun seenaknya oleh penghuni, atau pun para Builder. Tidak ada yang istimewa dari bangunan itu. Setidaknya itu yang terlihat dari luar. Tapi sikap Orabelle yang seolah-olah dia tidak mau terlihat siapa pun ketika masuk ke bangunan tadi itu membuat Arslan jadi semakin penasaran. Arslan pun melayang turun dan kini berdiri di depan lorong sempit dan gelap tempat Orabelle menyelinap tadi. Seperti yang terlihat dari atas tadi, tidak ada yang istimewa dari tempat ini. Tapi pasti ada alasan khusus ken...

Everyday Adventure XI: Cloud Fish

Everyday Adventure XI (Cloud Fish) Hari itu kota Bravaga terlihat berbeda dari biasanya. Kota yang sepenuhnya dihuni oleh robot dan mesin itu terlihat begitu hijau dan dipenuhi dengan bunga yang berwarna-warni. Semak belukar terlihat menghiasi jalanan utama yang membelah kota, sementara beberapa pohon tinggi terlihat bertengger dengan posisi tidak wajar di beberapa sudut kota. Beberapa di antara mereka bahkan terlihat seolah sedang setengah memanjat bangunan-bangunan kota yang terbuat dari beton dan baja. Bukan. Kota para robot ini bukannya sudah ditinggalkan oleh penghuninya dan kemudian berubah menjadi hutan belantara, seperti nasib kota-kota lain di sekitarnya. Hanya saja, untuk kali ini, hutan belantara lah yang ‘mendatangi’ kota Bravaga. Pohon, semak, dan tanaman menjalar yang baru saja menginvasi kota itu tidak lain adalah ‘Travelling Trees’, atau ‘Pohon Pengembara’, yang kadang juga disebut sebagai ‘Tumbuhan Berjalan’. Tentu saja kemunculan mereka tidak lengkap ...

Extra Adventure II: Piece of Memory

Sejauh mata memandang, yang bisa dilihat Celes hanyalah deretan pepohonan dan semak belukar yang tumbuh lebat di antara reruntuhan bangunan. Kedua matanya yang berwarna keemasan dengan seksama meneliti kondisi sekitarnya, sementara kedua telinganya yang tajam selalu siaga untuk mendeteksi bahaya yang mendekat. Wajar saja dia bersikap siaga, sebab di dalam hutan reruntuhan kota semacam ini, sering kali berdiam makhluk-makhluk buas yang muncul sebagai efek samping Catastrophy yang terjadi lebih dari 600 tahun lalu. Sejak bencana misterius itu terjadi, dunia yang dikenal Celes berubah drastis. Manusia yang dulu menguasai Bumi, kini musnah tanpa sebab yang jelas. Tidak banyak yang tersisa dari mereka, kecuali bekas-bekas kejayaan mereka di masa lalu. Beberapa bekas kejayaan itu tetap hidup dan membuat sebuah kota besar di sisi lain benua ini. Sisanya hidup tersebar sebagai mutan dan robot liar yang berbahaya. “Ketemu enggak?” Celes menoleh ke arah gadis kecil bertelinga dan be...