Posts

Showing posts with the label mistis

14th Spiral: Final Delivery

Pengumuman itu datang begitu tiba-tiba. Kata orang ‘bagaikan geledek di siang bolong’. Nyaring dan amat mengejutkan. “Karena kondisi keuangan perusahaan yang tidak baik selama beberapa bulan ini, kami memutuskan untuk menutup permanen perusahaan ini mulai minggu depan. Semua gaji dan pesangon yang belum dibayarkan akan segera dibayarkan secara bertahap selama tiga bulan ke depan. Mohon maaf atas pengumuman yang tidak terduga ini, dan terima kasih atas pengabdian Saudara-saudari sekalian selama lima belas tahun ini. Tertanda, direksi.” Irvan membaca isi surat pengumuman yang diedarkan kepada semua karyawan perusahaan pagi ini dengan nada lesu. Aku yang ikut memegang lembaran surat itu pun hanya bisa terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara itu, teman-teman sekantorku yang lain mulai ribut karena pengumuman bangkrutnya perusahaan tempat kami bekerja ini benar-benar tidak terduga. Yah ... sebenarnya sih hampir semua yang bekerja di perusahaan kurir dan pengantar paket t...

11th Spiral: End of Dream

“Kalau kau membaca surat ini, itu artinya kau tahu ini adalah saat yang tepat untuk membaca pesan terakhir, sekaligus satu-satunya bantuan yang bisa kuberikan untuk membalas jasa-jasamu. Tidak perlu bersedih atau merasa bersalah. Saat pertama kali aku bertemu denganmu, aku tahu kalau akhir hidupku sudah dekat dan aku tahu kau akan membutuhkan bantuanku di saat aku sudah tidak lagi bisa membantumu secara langsung. Saat ini kau pasti sedang bingung karena tiba-tiba saja kau terbangun dan mendapati dirimu sedang berdiri di peron kereta api yang berada di tengah hutan rimba. Tidak perlu takut. Tidak lama setelah kau selesai membaca pesanku, sebuah kereta uap akan datang dan menawarkan tumpangan. Berikan karcis yang ada di saku kanan celanamu kepada sang kondektur, kemudian naiklah ke dalam kereta, lalu kau akan sampai di tempat tujuanmu selanjutnya. Aku tahu ini membingungkan. Aku tahu kau juga ketakutan. Tapi percayalah, kau tidak pernah sendirian dan bantuan akan datang pada saa...

9th Spiral: Thunderclap

Ada yang bilang kalau cuaca di jaman sekarang ini susah ditebak perilakunya. Bisa jadi pagi hari hujan deras, kemudian siangnya matahari bersinar dengan terik, diikuti dengan gerimis di sore hari, dan hujan angin di malam hari. Apalagi cuaca di kota Jakarta. Sudah tidak aneh lagi ketika di satu sisi kota sedang dilanda hujan lebat disertai angin kencang, tapi di kota satelit terdekat sama sekali tidak ada tanda-tanda akan hujan. Cuaca lokal yang sulit diprediksi –dan menyebalkan– sudah bukan lagi hal baru bagiku. Sudah sering aku berkendara dalam dua sampai tiga tipe cuaca sekaligus hanya dalam rentang waktu beberapa jam saja. Mungkin itu sebabnya sekarang ini televisi sudah hampir tidak pernah lagi menampilkan yang namanya ramalan cuaca, sebab ramalan itu hampir bisa dipastikan akan meleset. Yah, sebagai gantinya sih sekarang aku bisa menggunakan aplikasi di smartphone untuk melihat ramalan cuaca setiap hari, tapi tetap saja hasilnya sering salah total. Seperti sekarang m...