Posts

Showing posts with the label SF

Everyday Adventure XXII: Sang Insinyur

“Kamu yakin dia lagi di sini hari ini?” Maria bertanya pada Ryouta selagi dia berjalan menuruni tangga curam yang entah mengarah ke mana. Gynoid berambut hitam itu lalu menoleh ke belakang, ke arah gynoid lain yang berjalan mengikutinya dengan ekspresi bingung bercampur takut. Gynoid itu tidak lain adalah Orabelle, yang sejak tadi hanya berjalan dalam diam sambil sesekali mengamati kondisi sekitarnya dengan sensor-sensor sensitifnya. Kedua matanya yang berwarna keemasan tampak mengamati tiap sudut lorong tangga curam yang dilewatinya.   “Aku ... yakin!” sahut Ryouta sambil membungkuk dan merangkak melewati lorong yang semakin sempit. “Buggy dan teman-temannya bilang kalau sudah sekitar sebulan ini dia mengurung diri di sini. ... dan aku benar-benar ingin ngobrol panjang lebar dengan siapa pun Builder yang membangun tempat ini! Tempat ini benar-benar menyebalkan!” Ryouta menggerutu sambil mendobrak paksa sebuah pintu kayu tanpa kunci atau pun gagang pintu, yang terlihat seper...

NaNoWriMo Project 2017: Kurir Bintang

Image
Jadi, sebagai salah satu bentuk kegilaan apresiasi saya terhadap National Novel Writing Month, atau yang lebih dikenal sebagai NaNoWriMo 2017 ini, maka saya pun memulai sebuah proyek novel baru yang merupakan pengembangan dari cerpen lama yang juga dapat dibaca di blog ini. Ya. Kurir Bintang . Cerpen bertema luar angkasa yang pertama kali ditulis pada tahun 2011 itu pun akhirnya saya pilih untuk dijadikan proyek novel (yang seharusnya) bakal selesai di akhir bulan November ini. Alasan utamanya adalah hanya karena saya sudah lama ingin menulis novel fiksi ilmiah bertemakan perjalanan luar angkasa, dan kebetulan kesempatan itu muncul dalam event NaNoWriMo tahun 2017 ini. Entah apakah saya akan berhasil menaklukkan NaNoWriMo tahun ini, saya juga tidak tahu. Yang jelas ini adalah kali kesekian (tepatnya ke-6) dari usaha saya mengikuti bulan menulis tersebut. Seluruh bab dari novel Kurir Bintang ini dapat dibaca secara ekslusif di website Storial.co . Cerita ini juga saya t...

[Antologi LCDP] - New Beginning

Image
Antologi LCDP - New Beginning Jadi, singkat kata, pada akhir tahun 2016 kemarin, saya sebagai salah satu anggota inti LCDP memaksa berinisiatif menghadirkan sebuah tantangan cerpen sebagai pengakhir tahun 2016 dan menyambut tahun 2017. Plus sebagai ajang melintasi Rintangkarya yang konon menjangkiti cukup banyak warga LCDP. Tema yang diusung adalah "New Beginning", yang intinya adalah sesuatu yang baru. Dunia baru, kehidupan baru, teman baru, selingkuhan pacar baru, dan sebagainya. Meskipun dengan limit waktu yang cukup singkat, ada 14 penulis yang sukses melindas melewati sang RintangKarya dan menghasilkan 14 cerpen yang terangkum dalam e-book antologi LCDP ini. Selamat menikmati. Download disini Ctt: E-book ini bebas dibagikan kemana pun dan kepada siapa pun, selama isinya (sebagian, maupun seluruhnya) tidak diubah dan tidak dijadikan bahan komersial. 

Everyday Adventure XII: Mother

Everyday Adventure XII (Mother) Kalau ada satu hal yang tidak akan pernah dilupakan oleh siapapun yang pernah berkunjung ke kota Bravaga, pastinya itu adalah sebuah menara tinggi besar yang berdiri tepat di pusat kota. Central Tower. Menara yang sekaligus menjadi jantung kehidupan kota Bravaga adalah salah satu karya terakhir dari ras manusia yang sudah lama punah akibat Catastrophy. Menara tinggi yang menantang langit itu adalah bukan hanya sekedar sebuah monumen. Jauh di dasar bangunan megah itu, terdapat sebuah pabrik canggih yang dikendalikan oleh sebuah kecerdasan buatan yang disebut oleh warganya dengan panggilan: Mother. Tentu saja nama itu bukan hanya sekedar panggilan sayang dari warga kota, nama itu juga menunjukkan bahwa Mother adalah ibu dari sebagian besar robot berteknologi Cyberbrain yang hidup di Bravaga. Pasalnya banyak robot yang tinggal di kota itu merupakan generasi lama yang dibangkitkan kembali, diperbaiki, atau bahkan dibuat ulang oleh Mother. It...

Everyday Adventure XI: Cloud Fish

Everyday Adventure XI (Cloud Fish) Hari itu kota Bravaga terlihat berbeda dari biasanya. Kota yang sepenuhnya dihuni oleh robot dan mesin itu terlihat begitu hijau dan dipenuhi dengan bunga yang berwarna-warni. Semak belukar terlihat menghiasi jalanan utama yang membelah kota, sementara beberapa pohon tinggi terlihat bertengger dengan posisi tidak wajar di beberapa sudut kota. Beberapa di antara mereka bahkan terlihat seolah sedang setengah memanjat bangunan-bangunan kota yang terbuat dari beton dan baja. Bukan. Kota para robot ini bukannya sudah ditinggalkan oleh penghuninya dan kemudian berubah menjadi hutan belantara, seperti nasib kota-kota lain di sekitarnya. Hanya saja, untuk kali ini, hutan belantara lah yang ‘mendatangi’ kota Bravaga. Pohon, semak, dan tanaman menjalar yang baru saja menginvasi kota itu tidak lain adalah ‘Travelling Trees’, atau ‘Pohon Pengembara’, yang kadang juga disebut sebagai ‘Tumbuhan Berjalan’. Tentu saja kemunculan mereka tidak lengkap ...

Everyday Adventure VI

Everyday Adventure VI (Kembang Api) “Hore~! Laut~!!” Maria bersorak kegirangan ketika melihat hamparan air yang terlihat nyaris tanpa batas itu. Tanpa pikir panjang, gynoid berambut hitam itu berlari meninggalkan Ryouta dan Buggy yang masih berdiri di atas tembok pembatas area pantai. Keduanya saling pandang sejenak. Kalau saja keduanya bisa tersenyum, Ryouta dan Buggy pasti sudah tersenyum lebar saat ini. Melihat tingkah Maria yang selalu bersemangat memang tidak pernah gagal untuk membuat keduanya merasa senang. “Ayo! Sedang apa kalian disana?! Ini pantai loh! Laut!” Maria kembali bersorak sambil melambaikan kedua tangannya. “Ayo ke sini, terus kita main di dalam sana!” “Iya! Aku ke sana!” sahut Ryouta sambil balas melambaikan tangannya. Dia lalu berjalan menuruni tangga tembok tebal yang dibangun beberapa puluh tahun yang lalu. Tembok beton setebal beberapa inci itu dibuat untuk mencegah serbuan air laut yang tiap tahun masih saja naik. Sambil berja...

Extra Adventure: Star Childs

Extra Adventure: Star Childs “Titania~!” Seorang anak perempuan berambut hitam dan bermata cerah langsung menoleh ketika mendengar namanya dipanggil. Dia melihat seorang anak laki-laki berlari-lari kecil sambil menghampiri dirinya yang sedang sibuk melakukan pengecekan sistem kapsul hibernasi. “Apaan sih, Eugene? Enggak usah teriak-teriak gitu dong. Kan cuma ada aku di sini,” gerutunya sambil menekan sebuah tombol di panel kendali komputernya. “Ada masalah?” Anak laki-laki itu menggeleng. “Enggak, aku bosan karena dari tadi aku cuma sendirian memeriksa ruang mesin,” jawabnya enteng. Dia lalu menyunggingkan senyuman lebar. “Jadinya aku kepingin gangguin orang lain.” Titania mendengus kesal. Ini rotasi kelima baginya sejak pertama kali dia dan ribuan anak lainnya menaiki wahana Starchild ini. Rasanya sulit dipercaya sudah lebih dari 500 tahun mereka berkelana menjelajahi kedalaman luar angkasa untuk mencari planet tempat tinggal baru. Meskipun enam belas wahana d...