Posts

Showing posts with the label everyday

Everyday Adventure XII: Mother

Everyday Adventure XII (Mother) Kalau ada satu hal yang tidak akan pernah dilupakan oleh siapapun yang pernah berkunjung ke kota Bravaga, pastinya itu adalah sebuah menara tinggi besar yang berdiri tepat di pusat kota. Central Tower. Menara yang sekaligus menjadi jantung kehidupan kota Bravaga adalah salah satu karya terakhir dari ras manusia yang sudah lama punah akibat Catastrophy. Menara tinggi yang menantang langit itu adalah bukan hanya sekedar sebuah monumen. Jauh di dasar bangunan megah itu, terdapat sebuah pabrik canggih yang dikendalikan oleh sebuah kecerdasan buatan yang disebut oleh warganya dengan panggilan: Mother. Tentu saja nama itu bukan hanya sekedar panggilan sayang dari warga kota, nama itu juga menunjukkan bahwa Mother adalah ibu dari sebagian besar robot berteknologi Cyberbrain yang hidup di Bravaga. Pasalnya banyak robot yang tinggal di kota itu merupakan generasi lama yang dibangkitkan kembali, diperbaiki, atau bahkan dibuat ulang oleh Mother. It...

Everyday Adventure XI: Cloud Fish

Everyday Adventure XI (Cloud Fish) Hari itu kota Bravaga terlihat berbeda dari biasanya. Kota yang sepenuhnya dihuni oleh robot dan mesin itu terlihat begitu hijau dan dipenuhi dengan bunga yang berwarna-warni. Semak belukar terlihat menghiasi jalanan utama yang membelah kota, sementara beberapa pohon tinggi terlihat bertengger dengan posisi tidak wajar di beberapa sudut kota. Beberapa di antara mereka bahkan terlihat seolah sedang setengah memanjat bangunan-bangunan kota yang terbuat dari beton dan baja. Bukan. Kota para robot ini bukannya sudah ditinggalkan oleh penghuninya dan kemudian berubah menjadi hutan belantara, seperti nasib kota-kota lain di sekitarnya. Hanya saja, untuk kali ini, hutan belantara lah yang ‘mendatangi’ kota Bravaga. Pohon, semak, dan tanaman menjalar yang baru saja menginvasi kota itu tidak lain adalah ‘Travelling Trees’, atau ‘Pohon Pengembara’, yang kadang juga disebut sebagai ‘Tumbuhan Berjalan’. Tentu saja kemunculan mereka tidak lengkap ...

Extra Adventure II: Piece of Memory

Sejauh mata memandang, yang bisa dilihat Celes hanyalah deretan pepohonan dan semak belukar yang tumbuh lebat di antara reruntuhan bangunan. Kedua matanya yang berwarna keemasan dengan seksama meneliti kondisi sekitarnya, sementara kedua telinganya yang tajam selalu siaga untuk mendeteksi bahaya yang mendekat. Wajar saja dia bersikap siaga, sebab di dalam hutan reruntuhan kota semacam ini, sering kali berdiam makhluk-makhluk buas yang muncul sebagai efek samping Catastrophy yang terjadi lebih dari 600 tahun lalu. Sejak bencana misterius itu terjadi, dunia yang dikenal Celes berubah drastis. Manusia yang dulu menguasai Bumi, kini musnah tanpa sebab yang jelas. Tidak banyak yang tersisa dari mereka, kecuali bekas-bekas kejayaan mereka di masa lalu. Beberapa bekas kejayaan itu tetap hidup dan membuat sebuah kota besar di sisi lain benua ini. Sisanya hidup tersebar sebagai mutan dan robot liar yang berbahaya. “Ketemu enggak?” Celes menoleh ke arah gadis kecil bertelinga dan be...

Everyday Adventure X

Everyday Adventure X (Sahabat) Buggy merayap melintasi jaringan pipa-pipa logam yang terbentang sepanjang puluhan kilometer di bawah kota Bravaga. Robot dengan wujud mirip kecoa raksasa itu sesekali berhenti dan memeriksa kondisi kabel serat optik yang berada tepat di tengah pipa logam yang sedang dia jelajahi. Beberapa kali dia juga sempat memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil yang mulai terlihat di jaringan kabel yang sudah berumur ratusan tahun itu. Sebagai robot yang dirancang untuk melakukan perbaikan di area yang sulit dijangkau robot lainnya, setiap beberapa hari sekali Buggy dan teman-temannya melakukan penjelajahan menembus labirin pipa dan terowongan di bawah kota Bravaga. Meskipun tugasnya terkesan sepele, tapi kerusakan-kerusakan kecil di jaringan pipa seperti ini dapat berakibat fatal. Bayangkan saja bila kerusakan itu terjadi di jaringan pipa energi. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa-bisa kerusakan kecil itu kelak akan menimbulkan masalah besar. “Buggy, su...

Everyday Adventure IX

Everyday Adventure IX (Penjelajah Angkasa) Central Tower tetap saja terlihat begitu megah, tidak peduli berapa kali pun Maria melihatnya. Apalagi bila dilihat dari dekat, menara yang tingginya serasa menjangkau langit itu tampak begitu luar biasa. Itu belum ditambah fakta bahwa sebenarnya isi menara itu adalah sebuah pabrik robot yang sangat kompleks dan canggih, sehingga mampu menciptakan robot berteknologi cyber-brain dalam waktu singkat. Sambil menarik nafas dan tersenyum lebar, Maria melangkahkan kaki memasuki Central Tower. Dengan segera dia disambut oleh ruangan luas berbentuk lingkaran yang merupakan lobi depan menara itu. Seperti biasanya, ruangan itu dipenuhi beberapa robot yang ingin mendapatkan perawatan, atau penggantian suku cadang oleh Mother. Meskipun sebenarnya saat ini sudah cukup banyak robot ahli reparasi di kota Bravaga, sebagian besar robot generasi lama masih bergantung pada perawatan dari Mother, terutama mereka yang dibuat pada era sebelum Catastro...

Everyday Adventure VIII

Everyday Adventure VIII (Para Pengembara) Hari itu kota Bravaga tidak terlihat seperti biasanya. Kota yang dihuni oleh ratusan ribu robot dari berbagai generasi itu tampak lengang, seolah-olah seluruh kota memutuskan untuk menghentikan semua aktivitasnya. Jalanan kota yang biasanya dipadati berbagai jenis robot, kini sama sekali kosong. Begitu pula dengan berbagai pusat aktivitas lainnya. Seolah-olah kehidupan di kota Bravaga mendadak lenyap begitu saja. Namun tentu saja bukan itu yang terjadi. Hari ini adalah hari spesial bagi para robot di kota Bravaga, karena merupakan hari di mana mereka akan kedatangan tamu spesial yang hanya datang setahun sekali. Mereka adalah para Pengembara, robot-robot penerbang tangguh yang hidup dengan berkelana ke seluruh penjuru dunia. Setiap tahunnya, mereka akan datang dan singgah di kota Bravaga untuk melepas lelah, memperbaiki diri, serta berbagi pengalaman dan teknologi kuno yang berhasil mereka dapatkan.   Tidak bisa dipungk...

Everyday Adventure VII

Everyday Adventure VII (Tersesat) “Ini amat sangat tidak bagus ... !” Buggy berseru sambil berpegangan erat di punggung Maria, sementara hembusan angin disertai debu partikel nano-material bertiup kencang di sekitar kedua robot itu. Saking kuatnya tiupan angin itu, langkah Maria berkali-kali oleng karena tidak kuat menahan terjangannya. “Kau benar! Ini tidak bagus!” sahut Maria sambil berjalan maju dengan susah payah. Meskipun sudah mengerahkan semua tenaga yang dia punya, tapi gynoid itu tetap saja kesulitan untuk melangkah maju melawan arah angin. Dia lalu memicingkan mata, berusaha untuk melihat menembus kabut tebal berlapis debu nano-material berwarna keperakan dan kilatan listrik yang sesekali muncul di udara. Sayangnya pandangannya nyaris tertutup total oleh debu keperakan yang menerpa wajahnya. “Kau tidak apa-apa, Buggy?!” Maria berteriak pada Buggy yang masih berusaha berpegangan di bajunya. “Tidak! Semua sistem navigasi dan komunikasiku mati dengan sukses, t...

Everyday Adventure VI

Everyday Adventure VI (Kembang Api) “Hore~! Laut~!!” Maria bersorak kegirangan ketika melihat hamparan air yang terlihat nyaris tanpa batas itu. Tanpa pikir panjang, gynoid berambut hitam itu berlari meninggalkan Ryouta dan Buggy yang masih berdiri di atas tembok pembatas area pantai. Keduanya saling pandang sejenak. Kalau saja keduanya bisa tersenyum, Ryouta dan Buggy pasti sudah tersenyum lebar saat ini. Melihat tingkah Maria yang selalu bersemangat memang tidak pernah gagal untuk membuat keduanya merasa senang. “Ayo! Sedang apa kalian disana?! Ini pantai loh! Laut!” Maria kembali bersorak sambil melambaikan kedua tangannya. “Ayo ke sini, terus kita main di dalam sana!” “Iya! Aku ke sana!” sahut Ryouta sambil balas melambaikan tangannya. Dia lalu berjalan menuruni tangga tembok tebal yang dibangun beberapa puluh tahun yang lalu. Tembok beton setebal beberapa inci itu dibuat untuk mencegah serbuan air laut yang tiap tahun masih saja naik. Sambil berja...

Extra Adventure: Star Childs

Extra Adventure: Star Childs “Titania~!” Seorang anak perempuan berambut hitam dan bermata cerah langsung menoleh ketika mendengar namanya dipanggil. Dia melihat seorang anak laki-laki berlari-lari kecil sambil menghampiri dirinya yang sedang sibuk melakukan pengecekan sistem kapsul hibernasi. “Apaan sih, Eugene? Enggak usah teriak-teriak gitu dong. Kan cuma ada aku di sini,” gerutunya sambil menekan sebuah tombol di panel kendali komputernya. “Ada masalah?” Anak laki-laki itu menggeleng. “Enggak, aku bosan karena dari tadi aku cuma sendirian memeriksa ruang mesin,” jawabnya enteng. Dia lalu menyunggingkan senyuman lebar. “Jadinya aku kepingin gangguin orang lain.” Titania mendengus kesal. Ini rotasi kelima baginya sejak pertama kali dia dan ribuan anak lainnya menaiki wahana Starchild ini. Rasanya sulit dipercaya sudah lebih dari 500 tahun mereka berkelana menjelajahi kedalaman luar angkasa untuk mencari planet tempat tinggal baru. Meskipun enam belas wahana d...