Thursday, May 10, 2012

Naga Terakhir


Pemandangan di sekitarku kabur karena lajuku yang begitu cepat. Seluruh dunia tampak melebur jadi satu dalam bayang-bayang dunia berkecepatan tinggi. Suara hembusan angin, raungan kemarahan, jerit kematian dan pekik kemenangan jadi berbaur jadi satu.
Aku tidak bisa berpikir dan membiarkan instingku mengambil alih segalanya. Darahku bergejolak. Campuran antara takut, semangat, marah dan dendam. Terutama marah dan dendam. Marah karena dunia yang begitu aku cintai dihancurkan begitu saja. Dendam karena mereka yang menghancurkan duniaku masih hidup di dunia ini.
Raungan kemarahan kulepaskan sembari menjulurkan kedua cakarku ke depan. Derak dan dentum mengerikan bergema ketika seranganku mengenai sasarannya. Tanpa ampun aku berputar dan merobek tubuh lawanku jadi dua, menumpahkan darah terkutuknya ke tanah di bawah sana.
Masih belum puas, aku menarik nafas dalam-dalam kemudian melepaskan semburan api dahsyat untuk memanggang makhluk terkutuk yang baru saja kubunuh. Tubuh burung logam itu lumer dan terbakar habis selagi dia jatuh terhempas ke tanah.
Aku lalu memandang ke sekelilingku. Langit masih dipenuhi burung-burung logam yang melesat kesana-kemari, membunuhi teman-temanku, bangsaku, kaumku. Aku meraung sambil mengepakkan sayapku, membawa tubuhku membumbung tinggi jauh diatas awan. Tapi segera aku menemukan diriku dikepung oleh puluhan burung logam dengan berbagai ukuran. Mereka berputar-putar ragu di sekeliling tubuhku, seakan sedang menunggu reaksiku sebelum mulai menyerang.
Aku menyeringai dan memperlihatkan deretan gigi-gigi tajam yang berderet rapi di rahangku. Raungan kemarahan sekali lagi kulepaskan untuk menunjukkan kalau aku tidak sedang main-main. Akan kurobek dan kupanggang burung manapun yang nekat mendekatiku!
Ancamanku rupanya manjur. Burung-burung logam itu tiba-tiba saja menyebar dan melesat tinggi ke atas sana, meninggalkanku sendiri di angkasa. Aku menyeringai puas. Ketakutan mereka adalah kepuasanku. Tapi untuk memastikan mereka tidak kembali lagi ke duniaku, aku akan mengejar dan memburu mereka sampai tidak ada lagi burung logam yang tersisa di langit ini.
Sayangnya aku tidak sempat melakukan apapun. Seluruh dunia tiba-tiba saja berubah jadi serba putih dan hal terakhir yang kurasakan adalah sensasi panas luar biasa yang menyengat kulitku.
Setelah itu aku hilang ditelan kegelapan.
****