Posts

Fatamorgana: Spiral Staircases

Namaku Ria Rahmawati. Dunia telah berubah sejak Dual Eclipse terjadi di akhir tahun 2012. Error , makhluk-makhluk buas yang lahir dari kegelapan dan mimpi buruk manusia, mendadak muncul di berbagai belahan dunia pada awal tahun 2013. Tidak ada yang tahu pasti darimana mereka berasal dan mengapa mereka muncul di dunia ini, yang pasti mereka berbahaya. Sayangnya senjata modern yang dimiliki manusia saat ini pun tidak bisa membasmi mereka. Satu-satunya senjata yang bisa memusnahkan Error adalah Phantasm , makhluk-makhluk yang lahir dari imajinasi dan khayalan manusia. Kemudian orang-orang yang mampu menghasilkan Phantasm itu disebut sebagai Fantasia . Sayangnya tidak semua Fantasia sadar dan bertanggung jawab atas kekuatan yang mereka miliki. Banyak juga yang berpikir mereka bisa seenaknya menggunakan Phantasm mereka untuk memenuhi semua keinginan mereka. Oleh karena itu dbentuklah organisasi IMAGE yang terdiri dari para Fantasia berbakat, demi melindungi manusia d...

Murid Ke-Tujuh

Aku hanya terdiam menyaksikan situasi ganjil yang sedang terjadi di hadapanku ini. Enam orang murid duduk menunduk dalam diam, sementara tangan mereka sibuk menuliskan sesuatu di atas meja. Entah apa yang mereka tuliskan di atas meja kayu mereka, tapi yang jelas mereka tampak terobsesi dengan apa yang mereka tuliskan. Aku menatap sekilas ke arah meja salah satu murid dan melihat simbol-simbol aneh sudah tertera disana. Tapi karena berulang kali dituliskan, simbol-simbol itu kini sudah terukir di meja yang terbuat dari kayu itu. Suara goresan pena yang terus menerus tanpa henti membuat suasana semakin terasa mencekam. Tapi diantara mereka, ada satu orang murid yang hanya diam dan memandangiku sambil tersenyum. Dia adalah murid ke-tujuh. Wajahnya sekilas terasa familiar bagiku, tapi aku tahu pasti dia bukan bagian dari kelasku. Aku yakin 100% kalau aku belum pernah melihatnya sebelumnya di sekolah, tapi entah kenapa aku merasa mengenal siapa dirinya. Pa...

Everday Adventure III

Everyday Adventure III: For The Future “Baron! Ambilkan bor listrik dan kunci pas nomor 8, cepat!” Seruan Airi terdengar nyaring, mengalahkan suara riuh rendah yang sejak pagi terdengar di sekitarnya. Baron yang sedang sibuk merakit sebuah kaki, segera berdiri dan mengambilkan alat-alat yang diminta oleh Airi. Android itu lalu mengamati sosok mungil Airi yang sedang berjuang menyelamatkan nyawa seorang android. Tubuh android itu tampak rusak parah di beberapa bagian dan sepertinya nyaris mustahil dipulihkan. Kedua mata robot berteknologi cyber-brain itu terlihat tidak fokus ketika dia memandang ke sekelilingnya. Sesekali cahaya di mata elektroniknya itu berkedip, menandakan kalau kerusakan yang dialaminya sudah sangat parah. “Bagaimana? Bisa diselamatkan?” Baron bertanya sambil sesekali membantu Airi mengambilkan peralatan atau suku cadang yang mereka buat dari barang rongsokan. “Pasti bisa!” sahut Airi tanpa menoleh. Kedua mata wanita asia itu terfokus pada pekerjaa...