Eva
Eva Tubuhku terbaring miring tidak berdaya. Pandanganku buram. Aku hampir tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Dalam hati aku tahu ajalku sudah dekat. Tapi aku terus berharap malaikat pencabut nyawa belum sudi mampir ke hadapanku, karena aku belum mau mati. Aku takut mati. Bukannya aku takut akan kematian itu sendiri, tapi aku takut akan nasib mengerikan yang menungguku di dunia sana. Maklum saja. Aku ini bukan orang baik. Aku ini orang jahat. Sangat jahat. Entah sudah berapa ratus nyawa orang tidak bersalah yang kurenggut dengan kedua tanganku ini. Entah sudah berapa ratus kali aku mengabaikan ratapan mereka, ketika dengan entengnya aku mengakhiri riwayat mereka. Entah sudah berapa ratus kali aku memandangi mata-mata mereka yang dipenuhi kebencian, putus asa, pasrah dan rasa penuh penyesalan. Tapi hari itu, semuanya berbeda. Itu pertama kalinya aku bertemu dengan orang seperti itu. Orang yang matanya masih dipenuhi nyala api kehidupan, bahkan ketika berhadapan denga...