Friday, January 6, 2012

Sang Putri dan Sang Naga

Sang Putri dan Sang Naga

Di suatu kerajaan, jauh di masa lalu, hiduplah seorang putri yang cantik dan baik hati bernama Rhiena. Kecantikan dan kebaikan hati sang putri telah memikat semua orang yang tinggal di kerajaan tersebut. Bahkan kabar mengenai sosoknya yang anggun dan menawan telah tersebar jauh ke kerajaan lain. Akibatnya tidak terhitung jumlah pangeran dan ksatria terkenal yang datang untuk meminangnya. Tapi sang putri tidak pernah mau menerima cinta mereka semua. Semua pangeran dan ksatria terkenal itu selalu dia tolak dengan halus dan disertai senyuman menawannya yang khas. Bertahun-tahun sang putri melakukan hal itu, tapi tidak pernah surut minat para pria yang ingin meminangnya.

Tapi mereka semua tidak tahu kalau putri sudah jatuh hati pada sosok lain. Sosok yang dia anggap sangat gagah, tangguh, dan menawan. Sosok yang kehadirannya sudah sanggup membuat semua pangeran dan ksatria yang pernah melamarnya, jatuh berlutut.

Ya. Sang putri sesungguhnya telah jatuh cinta pada seekor naga raksasa yang tinggal di hutan di belakang istana. Tapi tidak ada yang tahu mengenai hal itu, bahkan sang Raja dan Permaisurinya tidak mengetahui hal itu. Satu-satunya orang yang mengetahui rahasia sang putri adalah dayang kepercayaannya.

Setiap sebulan sekali, sang putri memiliki kebiasaan untuk berjalan-jalan ke hutan bersama dayangnya itu. Tujuan mereka sudah jelas, sang putri ingin mengunjungi kekasihnya, sang naga. Cinta gadis itu pada sang naga sungguh kuat, hingga sosok naga yang terlihat mengerikan itu tidak pernah membuatnya takut. Sosok sang putri yang berani mendekati sang naga, telah membuat hati makhluk itu luluh sejak lama. Tapi keduanya tahu....cinta mereka ini terlarang dan tidak akan ada yang memahami perasaan mereka berdua.

Rahasia itu disimpan oleh sang putri selama bertahun-tahun, hingga akhirnya datang seorang pangeran muda dari negeri di seberang laut. Pangeran itu memaksa sang putri untuk menikahinya, dengan ancaman akan menyerang dan meratakan seluruh kerajaan sang putri kalau dia menolak. Karena khawatir akan keselamatan rakyatnya, akhirnya sang putri menerima lamaran sang pangeran.

Upacara pernikahan pun segera digelar secara besar-besaran. Ribuan tamu undangan dari berbagai penjuru kerajaan, serta dari kerajaan-kerajaan tetangga diundang untuk hadir dalam acara meriah itu. Rakyat bergembira karena mengira sang putri pujaan mereka akhirnya memilih seorang pendamping. Mereka tidak memperhatikan raut wajah sang putri yang tampak begitu sedih. Sang putri sedih karena dirinya harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak dia cintai, tapi dia sudah tidak punya pilihan lain. Sang putri takut kerajaan dan rakyatnya akan menderita akibat penolakannya terhadap lamaran sang pangeran. Dia juga takut untuk memberitahukan hal ini pada sang naga, karena takut akan melukai hati makhluk itu.

Namun karena tidak tahan melihat ekspresi sedih di wajah sang putri, sang dayang akhirnya pergi ke hutan dan memberitahukan hal itu pada sang naga. Sang naga yang begitu mencintai sang putri langsung bangkit dan terbang menuju ke acara pernikahan sang putri.

Alhasil seluruh acara pernikahan megah itu berubah menjadi lautan kepanikan, ketika sosok raksasa sang naga muncul dan mendarat di panggung pelaminan. Para prajurit segera menyerang sang naga, tapi mereka tidak berdaya di depan kekuatan dahsyat sang makhluk legendaris itu. Sang putri merasa sangat gembira ketika melihat sosok kekasihnya datang untuk membawanya pergi, begitu pula sang naga yang merasa sangat bahagia ketika mengetahui bahwa kekasihnya masih begitu mencintainya.

Namun sebilah tombak panjang meluncur membelah udara dan menancap di jantung sang naga. Naga perkasa itu langsung roboh dan darahnya membasahi sang putri yang bergaun putih. Sang pangeran yang rupanya sudah mengetahui rahasia sang putri, telah mempersiapkan sebuah tombak sakti yang mampu membunuh seekor naga. Dengan gembira sang pangeran mengatakan bahwa dirinya sudah membunuh makhluk mengerikan yang selama ini memenjarakan hati sang putri. Sorak-sorai warga segera meledak ketika sang naga tewas di tangan sang pangeran pemberani.

Tapi melihat kekasihnya tewas di depan matanya, hati sang putri hancur. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa sosok yang paling dia sayangi itu meninggal begitu saja. Sang putri yang bersimbah darah sang naga, lalu berlutut di samping kekasihnya. Kebencian yang selama ini tidak pernah muncul dalam hati sang putri, tiba-tiba menguasai dirinya. Sang putri kini begitu membenci semua orang di sekitarnya, yang dia anggap telah merenggut kebahagiaan dari dirinya.

Sambil menarik sebilah pisau yang dia sembunyikan dibalik gaunnya, sang putri menyerukan kutukan mengerikan kepada seluruh kerajaan. Dia mengutuk seluruh kerajaannya agar terjatuh dalam kengerian dan ketakutan yang tidak pernah putus, agar semua orang merasakan apa yang dirasakan sang putri saat ini. Setelah menyerukan kutukannya, sang putri menikam jantungnya sendiri dan tewas seketika.

Dengan perantara ucapan sang putri, nyawanya, dan kekuatan sihir yang terkandung dalam darah sang naga, kutukan sang putri menjadi kenyataan. Seluruh wilayah kerajaan berubah menjadi buruk rupa, bagaikan neraka, sementara rakyatnya segera merasakan rasa takut dan kengerian luar biasa karena menyadari sosok mereka juga berubah menjadi buruk rupa. Sang pangeran yang telah membunuh sang naga mendapatkan kutukan paling mengerikan dan dia segera berubah menjadi makhluk paling buruk rupa diantara rakyat kerajaan itu. Penyesalan sudah tidak ada gunanya karena kutukan sudah dijatuhkan.

Sejak saat itu, tidak ada orang yang berani menjejakkan kakinya di kerajaan terkutuk itu.

1 comment:

AbyssCrawler said...

cbanyak yang nggak banget dan harusnya mempunyai alasan yang lebih asik lagi.

semuanya cukup klise kecuali putri yang jatuh cinta pada naga.

ayolah, kau Red Rackham, pasti bisa lebih baik daripada ini, kecuali kau sedang gak serius dan bikin asal2an