Friday, December 23, 2011

Log: Memories of Humanity

[12 Maret 2343]
Salam kenal.
Namaku E.M.M.A., singkatan dari Enhanced Man-Made Android.
Aku adalah mesin humanoid yang dibuat khusus untuk merekam seluruh sejarah manusia. Dalam cyberbrain-ku, tersimpan seluruh data mengenai kebudayaan manusia. Mulai dari zaman prasejarah, sampai zaman nanoteknologi.
Aku dibuat pada tahun 2033 sebagai media penyimpanan data tercanggih yang pernah diciptakan manusia. Para penciptaku memberikanku kemampuan untuk berpikir mandiri, sehingga aku memiliki kebebasan untuk berpikir dan bertindak. Beberapa dari mereka berpikir aku berbahaya, karena aku dengan mudah bisa melanggar Iron Law of Robotic.
Ah, kalau kau belum pernah mendengar hukum itu, akan kujelaskan secara singkat. Iron Law of Robotic pertama kali dicetuskan oleh Sir Robert Houston, seorang ahli robotik dan kecerdasan buatan dari Inggris. Hukum itu mencegah robot membunuh atau melukai manusia. Yah....memang tidak semua robot mematuhi hukum itu. Robot yang diciptakan untuk perang, seperti Battle Droid atau Independent Frame, jelas sekali tidak mematuhi hukum itu sama sekali. Walaupun demikian, pada masa damai, semua robot tunduk pada hukum itu. Robot yang melukai atau membunuh manusia, langsung dijatuhi hukuman mati tanpa persidangan.
Oh....maaf, sepertinya penjelasanku sedikit panjang. Kembali ke topik utama.
Sebagai android yang diciptakan untuk menjaga dan menyimpan sejarah manusia, pada tahun 2039 aku ditempatkan di perpustakaan dengan sistem pengamanan paling canggih di dunia, Myscantonia World Library.
Huh ? Kenapa aku bisa ada disini katamu ?
Yah....ceritanya panjang. Ya....ceritanya akan sangat panjang sekali kalau harus kuceritakan secara rinci. Tapi akan kupersingkat saja. Akan kuceritakan beberapa peristiwa besar yang terjadi mulai dari tahun 2039 hingga sekarang.
Wah ? Tidak menarik katamu ?
Ayolah. Ini adalah sejarah bangsamu. Apakah kau tidak mau mendengar cerita mengenai The Solar War ? atau The Great Catastrophy ?
Nah...kau mulai tertarik kan ?
Oke. Silahkan kau cari tempat duduk yang paling nyaman. Kita akan segera mulai bercerita.
Oh, aku juga tidak keberatan kalau kau makan atau minum sambil mendengarkan ceritaku. Toh aku tidak akan minta jatah padamu. Ha...ha...ha....
Baiklah. Aku mulai sekarang.
Dengarkan baik-baik, ya.

[31 Mei 2039]
Untuk pertama kalinya aku melihat tempat lain selain gedung laboratorium pengembangan robotik di Silicon Valley. Myscantonia World Library adalah perpustakaan terbesar di dunia, dengan sistem pengamanan paling canggih.
Dari yang kudengar dari penciptaku, perpustakaan ini sengaja dibangun sebagai satu kesatuan denganku. Dengan kata lain, perpustakaan itu khusus diciptakan untukku. Kesan pertama yang kudapat saat memasuki perpustakaan itu adalah....menakjubkan.
Di dalam perpustakaan itu, ada ratusan juta buku yang berhasil dikumpulkan dari seluruh dunia. Beberapa buku bahkan hanya ada satu-satunya di dunia. Selain koleksi hardcopy, di perpustakaan itu juga tersimpan seluruh karya tulis manusia, yang disimpan dalam bentuk data. Sebagian besar data itu ada di dalam memoriku.
Mulai hari ini. Aku adalah penjaga perpustakaan sekaligus perpustakaan berjalan di dalam perpustakaan tersebut.

[17 Oktober 2099]
Perang dunia ketiga meletus !
Semuanya dimulai dari kesalahan United Asian Nations yang melakukan ujicoba sebuah Rail Gun raksasa. Percobaan itu mengalami kegagalan dan mengakibatkan sebuah satelit raksasa, jatuh ke mexico. Peristiwa ini memicu kemarahan Union (Amerika). Negara Superpower itu segera melancarkan serangan balasan ke kota pusat pemerintahan United Asian Nations, Neo-Shanghai.
Berkat kebodohan kedua negara tersebut. Perang besar tidak terelakkan lagi.
Dengan segera, api peperangan melahap sebagian besar dunia.
Ratusan ribu....tidak...jutaan orang menderita akibat perang berkepanjangan itu. Kota-kota hancur, rata dengan tanah. Lahan-lahan pertanian musnah terbakar. Membuat penderitaan orang-orang yang tidak bersalah semakin besar. Nyawa manusia bagaikan debu yang dengan mudah dibuang, atau disingkirkan. Sama sekali tidak ada harganya.
Sebagai salah satu duta perdamaian yang ditunjuk oleh United Nation (PBB), aku berusaha menengahi perdebatan panjang antara negara-negara Asia-Eropa, yang kini tergabung dalam Asian-Eropean League, dan negara Amerika (Union). Tapi perdebatan selalu berakhir buntu.
Perang terus berkecamuk selama lebih dari 20 tahun. Mula-mula perang hanya berkecamuk di bumi saja. Pihak Space Colony dan Martian Nation, pada awalnya bersikap netral. Namun tragedi Colony Impact yang terjadi pada tahun 2109, mengakibatkan kedua pihak tersebut bergabung dan bersama-sama menyerang bumi, sebagai balasan terhadap kehancuran 3 koloni besar milik Space Colony, dan sebuah kota milik Martian Nation.
Perangpun semakin merembet ke luar angkasa. Karena perang semakin meluas, perang ini pada akhirnya dinamakan sebagai The Solar War. Perang besar ini terus saja berkobar hingga pada akhirnya, berhenti pada tahun 2132.
Perang dahsyat yang berlangsung lebih dari 30 tahun itu, berhenti begitu saja oleh alasan yang sungguh konyol.
Kehabisan sumber daya energi dan mineral.
Ya. Perang dalam sekala global yang berlangsung nyaris tanpa henti selama lebih dari 30 tahun, telah menguras semua sumber daya yang tersisa di bumi, di bulan dan di mars. Tanpa energi dan bahan baku senjata. Pihak bumi dan luar angkasa tidak bisa lagi meneruskan perang. Lalu perangpun berhenti begitu saja.
Pada tahun 2132, tepatnya 25 Februari 2132, pihak bumi dan luar angkasa menandatangani perjanjian damai, Solar Pact. Penandatanganan perjanjian damai itu menandai berakhirnya The Solar War. Perang konyol yang berlangsung selama lebih dari 30 tahun.

[22 April 2178]
Dunia belum sepenuhnya pulih dari krisis energi dan mineral yang diakibatkan The Solar War, tapi peristiwa besar berikutnya sudah terjadi. The Great Catastrophy.
Belum belajar dari kesalahan yang mereka perbuat pada perang sebelumnya, manusia tidak berhenti mengembangkan senjata. Kali ini mereka mengembangkan senjata yang jauh lebih mematikan daripada bom Nuklir, bom Hidrogen, Tectonic Gun, Core Buster, atau Rail Gun. Pada tahun 2178, manusia berhasil menciptakan sebuah virus paling mematikan di dunia, Agathangelos. Sebuah nanovirus yang mampu membunuh manusia hanya dalam waktu kurang dari 10 jam.
Bencana besar segera terjadi ketika fasilitas pembiakan virus itu, mengalami kebocoran pada tahun 2180, menyebabkan seluruh virus Agathangelos yang tersmpan dalam fasilitas tersebut menyebar ke seluruh dunia.
Dalam waktu kurang dari 1 bulan. Jumlah populasi manusia yang hanya bersisa 3 milyar setelah The Solar War, berkurang hingga 70%. Virus Agathangelos dengan mudah menyebar melalui udara, air dan binatang. Menyebabkan virus itu menjangkiti jutaan orang dalam waktu singkat, dan dalam waktu singkat, menghabisi nyawa penderita tersebut.
Belum habis masalah yang ditimbulkan virus Agathangelos, sebuah meteor mini seukuran sebuah lapangan sepakbola, jatuh di Antartika pada 06 Mei 2187.
Peristiwa jatuhnya meteor itu mengakibatkan seluruh es mencair. Dengan sekejap, ratusan kota yang berada dekat dengan laut, tenggelam. Bukan hanya menyebabkan air laut naik, peristiwa itu juga menyebabkan perubahan iklim besar-besaran.
Zaman es ketiga terjadi pada tahun 2188.
Berkat kedua peristiwa tersebut, peradaban manusia nyaris kembali ke peradaban abad pertengahan. Sebagian besar teknologi canggih telah hilang dan terlupakan. Orang-orang yang menguasai teknologi juga tidak lagi dijumpai. Kota-kota besar yang dulu berdiri megah, kini sudah ditinggalkan oleh penghuninya. Entah karena kota itu mulai terendam air, atau karena penyebaran virus Agathangelos.
Yang pasti terlalu banyak manusia yang mati pada masa itu. Hingga menyebabkan populasi manusia nyaris musnah dari muka bumi.
Sebagian besar manusia yang tersisa harus berjuang untuk bisa bertahan hidup di tengah kerasnya zaman es, dan ancaman penularan virus Agathangelos.
Dengan kata lain, gabungan bencana yang disebut sebagai The Great Catastrophy, telah memusnahkan sebagian besar populasi dan peradaban manusia.
[12 Maret 2343]
Nah.
Bagaimana dengan ceritaku ini ?
Menarik bukan ?
Tentu saja menarik. Ini cerita tentang nenek moyangmu, bangsa manusia. Bangsa yang terus melakukan kebodohan-kebodohan besar. Hingga mengakibatkan generasi-generasi penerus sepertimu menderita.
Hmm ? Bagaimana denganku ? Apa aku menderita ?
Yah.....aku tidak tahu. Aku hanya sebuah mesin. Aku tidak punya perasaan dan tidak bisa merasa menderita.
Tapi kalau seandainya aku punya perasaan. Jelas sekali aku akan menderita.
Tidak ada jaringan komunikasi lagi saat ini, membuatku merasa seperti seekor katak dalam tempurung.
Tidak ada lagi teknologi canggih, yang bisa kugunakan untuk mempermudah pekerjaanku.
Tidak ada lagi suplai energi yang memadai bagiku, sehingga aku harus terus menerus bergantung pada sinar matahari, yang juga hanya berhasil menembus lapisan awan setahun sekali.
Yang lebih membuatku menderita adalah......tidak ada lagi manusia yang bisa kuberi pengetahuan seperti ini. Seluruh populasi manusia telah punah dari muka bumi pada tahun 2257.
Yah. Cukup sampai disini saja ceritaku.
Apa ? Kau mau diceritakan lebih banyak mengenai sejarah manusia ?
Wah. Bagaimana ya.....
Aku senang sekali bercerita. Namun sayangnya, energi yang tersisa di dalam tubuhku tidak mencukupi untuk tetap aktif selama 2 jam kedepan. Seluruh energi yang sudah kukumpulkan dengan susah payah selama 10 tahun, sudah kuhabiskan untuk mengakses memori sejarah, dan bercerita padamu.
Ah. Jangan merasa bersalah. Ini memang takdirku sebagai sebuah mesin yang melayani manusia. Aku hanya hidup untuk menyampaikan sejarah dan memori mengenai peradaban manusia pada orang-orang sepertimu.
Sudahlah. Jangan sedih. Kira-kira 10 tahun lagi, kau bisa datang lagi kesini dan membangunkanku. Aku pasti sudah mengisi ulang tenagaku. Jadi kita bisa duduk bersama dan berbagi cerita lagi.
Sejak sistem satelitku tidak lagi berfungsi 30 tahun yang lalu, aku sudah tidak tahu lagi bagaimana keadaan bumi saat ini.
Ah.....waktuku sudah habis. Sebaiknya aku tidur sebelum seluruh sistemku mati total.
Sampai jumpa lagi.

*****

Aku berdiri terdiam.
Android kuno itu perlahan-lahan menutup matanya, dan mematikan seluruh sistem dalam tubuhnya. Dia memulai tidur panjangnya.
“Huplah...”
Perlahan-lahan aku berdiri dan meregangkan tubuhku.
Sendi-sendiku berbunyi ketika aku berdiri. Maklum, aku sudah tua. Tidak seperti saat muda dulu. Kini aku sudah mulai kesulitan untuk berjalan jauh.
Aku memandangi tubuh android itu cukup lama.
Pasti kesepian sekali. Dia sudah berada di tempat ini selama lebih dari 2000 tahun gumamku dalam hati.
Android itu sama sekali tidak tahu kalau dia sudah tertidur selama lebih dari 2000 tahun, sebelum pada akhirnya dibangunkan olehku.
Cerita yang dia ceritakan tadi, mengenai The Solar War dan The Great Catastrophy, adalah legenda lama yang telah diceritakan secara turun temurun.
Mungkin sistem penanggalan di android itu sudah rusak. Mungkin juga karena android itu sudah bertahan hidup begitu lama, sehingga sistem memorinya mulai rusak. Karena saat ini adalah tahun 4517, bukan tahun 2343.
Dengan penuh rasa iba, aku menutupi tubuh android kuno itu dengan kain yang kubawa.
“Beristirahatlah. Mungkin kalau umurku cukup panjang, kita akan bertemu lagi” ujarku pada android itu, meski aku tahu dia tidak akan bisa mendengarnya.
Aku lalu berbalik, dan berjalan keluar dari reruntuhan gedung tersebut. Gedung itu konon pada jaman dahulu bernama Mystcantonia, pusat memori sejarah umat manusia. Tapi kini gedung itu hanya tinggal reruntuhannya saja. Perang, bencana dan usia telah memakan sebagian besar struktur gedung megah itu. Termasuk android kuno bernama Emma yang tinggal di dalam gedung tersebut.
Aku memandangi langit. Hari itu langit benar-benar cerah. Bintang-bintang bersinar begitu terang, bulan sabit yang cantik juga menggantung di langit. Pemandangan indah di langit, sangat kontras dengan pemandangan mengerikan yang ada di bumi.
Sejauh mataku memandang. Hanya ada reruntuhan gedung dan hutan-hutan kecil, yang telah menyelimuti kota. Hanya gedung-gedung itu yang menjadi saksi bisu peradaban manusia, yang telah punah sekitar 1000 tahun yang lalu.
Sekali lagi aku meregangkan tubuhku. Sayap-sayap logamku terasa kaku ketika kugerakkan. Mungkin aku perlu menambahkan pelumas lagi.....yah, namanya saja orang tua. Tidak semua fungsi tubuhku bekerja sebaik waktu aku masih muda. Menjadi Synthetic Human tidak seenak yang dikira orang. Walaupun wajah dan tubuhku tampak tidak bertambah tua, tapi setelah 100-200 tahun, pasti ada saja bagian tubuh yang tidak berfungsi dengan baik.
Seperti kata pepatah ‘Tidak ada yang abadi di dunia ini’
Bahkan makhluk setengah mesin, setengah organik sepertiku juga tidak abadi. Suatu saat, tubuhku juga akan berhenti berfungsi, dan aku akan mati. Namun, sebelum itu terjadi, aku sudah bersumpah pada diriku untuk berkelana dan mengumpulkan kepingan-kepingan sejarah nenek moyang sekaligus penciptaku. Manusia.
Namaku Onyx. Ini adalah tahun 4517. Dan ini.......adalah awal dari ceritaku.

~FIN ?~
(next page: Catatan-Catatan)

Catatan-catatan :
  • Iron Law of Robotic : Hukum yang diciptakan pada 16 November 2016 oleh Sir Robert Houston. Hukum itu mencegah robot berbuat kriminal, melukai atau membunuh manusia. Hukuman mati tanpa persidangan diterapkan pada robot yang melanggar hukum ini.
  • Cyberbrain : Replika otak manusia yang diciptakan dari nanomachine. Cyberbrain mampu menyimpan data dalam jumlah yang nyaris tidak terbatas. Namun pengoperasiannya membutuhkan energi yang tidak sedikit.
  • Silicon Valley : Sebutan bagi sebuah daerah di Union (Amerika). Dikatakan sebagai tempat lahirnya teknologi komputer dan nanomachine.
  • Battle Droid / Independent Frame : Keduanya adalah robot yang diciptakan untuk perang dan mampu melanggar The Iron Law of Robotic. Battle Droid berbentuk Humanoid (seperti manusia), sementara Independent Frame lebih mirip laba-laba dengan tambahan 2 tangan.
  • United Asian Nation (UAN) : Gabungan negara-negara di Asia, terutama Asia Timur (Cina, Jepang, Korea, dll) dan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, dll).
  • Asian-European League (AEL): Liga / persekutuan bangsa-bangsa di Asia dan Eropa. Setelah The Solar War meletus, United Asian Nation bergabung dengan European Union dan membentuk Asian-European League.
  • Union : Negara superpower, Amerika Utara, Tengah dan Selatan.
  • Space Colony (SC): Persekutuan koloni-koloni luar angkasa. Walaupun dibangun oleh negara yang berbeda-beda, koloni-koloni luar angkasa menyatakan kemerdekaannya pada tahun 2075 dan tergabung dalam Space Colony.
  • Martian Nation (MN): Gabungan koloni-koloni yang ada di Mars. Mars menyatakan kemerdekaannya terhadap pengaruh Bumi pada tahun 2041 dan mendirikan negara sendiri.
  • Colony Impact : Peristiwa penyerangan 3 buah koloni besar milik Space Colony oleh pihak tidak dikenal dari Bumi. Peristiwa ini juga mengakibatkan sebuah koloni milik Martian Nation hancur. Ini adalah pemicu meluasnya perang ke luar angkasa.
  • Rail Gun : Senjata yang dilengkapi akselerator proton. Senjata ini mampu menembakkan sebuah peluru dengan kecepatan mencapai ½ kecepatan cahaya (150.000 m/detik).
  • Tectonic Gun : Senjata mematikan yang diciptakan oleh Space Coloni untuk menyerang Bumi. Dapat menyebabkan gempa bumi dahsyat (hingga 9.9 skala richter) dengan memanipulasi getaran lempeng bumi.
  • Core Buster : Senjata yang diciptakan oleh Union saat perang sudah meluas ke luar angkasa. Senjata ini memanipulasi gravitasi di sekitar target, dan menyebabkan target hancur oleh beratnya sendiri.
  • Agathangelos : Sebuah nanovirus buatan manusia yang sangat mematikan. Penderita yang terinfeksi virus ini akan segera mati dalam waktu kurang dari 10 jam. Virus ini menyerang otak dan mengakibatkan kematian sel-sel otak dalam waktu singkat. Penyebarannya sangat mudah dan cepat. Virus ini tersebar melalui udara, air, kontak dengan penderita atau melalui hewan bertulang belakang.
  • Synthetic Human : Makhluk buatan. Setengah mesin, setengah organik. Diciptakan manusia-manusia yang tersisa untuk memastikan kelangsungan hidup bangsa manusia. Meskipun pada akhirnya, manusia tetap punah. Synthetic Human mampu memperbaiki diri sendiri dan sesamanya, serta mampu bereproduksi dengan merekonstruksi ulang sebagian tubuhnya.

No comments: